- Tinjau kembali tugas personal kerangka pembelajaran yang telah dikembangkan pada fase Ruang
Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, dan Elaborasi
Pemahaman.
- Buatlah sebuah kesimpulan dan penjelasan mengenai
pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang Anda pelajari dalam modul
ini.
Pemikiran
KHD mengenai Pendidikan : Pendidikan adalah proses menuntun anak agar memiliki
budi pekerti yang baik. Pendidikan harus memperhatikan kodrat alam yaitu
lingkungan dan watak bawaan anak. Juga harus memperhatikan kodrat zaman yaitu
Pendidikan harus senantiasa bergerak sesuai dengan perkembangan dan kemajuan
zaman.
Pendidikan
merupakan pesemain benih-benih. Anak diibaratkan benih dan guru diibaratkan
petani. Petani akan melaukan usaha yang maksima untuk menumbuhkan benih
tersebut menjadi pohon yang berbuah lebat dan berkualitas tingi. Namun petani
tida dapat merubah asal benih tersebut. Benih jagung akang tumbuh menjadi
tanaman jagung, begitu pula benih padi akan tumbuh menjadi tanaman padi.
Sebagaimana benih yang sama Ketika diperlakukan sama maka akan menghasilkan
mutu yang beragam pula. Begitu pula anak, anak memiliki kodrat alam yang
berbeda-beda. Dalam hal ini guru berperan sebagai penuntun agar anak dapat
mencapai kodratnya yang bahagia.
Pendidikan
menghamba kepada anak. Maksutnya adalah pembelajaran yang berpusat pada anak.
Anak aktif dan kreatif untuk mengembangkan kemampuan mereka. Guru bertugas
sebagai teman, fasilitator, pemberi saran dan membimbing, bukan sebagai pemerintah
semata
Pendidikan
menurut KHD merujuk pada asas trikon. Konvergensi terbuka terhadap pengetauan
dari manapun. Menerima pengetauan dari manapun., bahkan dari luar negeri.
Konsentris berpusat pada akar budaya bangsa seperti gotong-royong, ungga-ungguh,
tepa selira. Kontinuitas yang dilaksakana secara terus menerus dari generasi ke
generasi. Untuk mencapai Pendidikan yang diharapkan oleh KHD guru perlu
melasanakan trilogy pendidikan yaitu :
1.
Ing ngarsa sung
tulodho : guru di depan memberikan keteladanan
2.
Ing madya mangun karsa
: guru ditengah memberikan semangat ide kreatif
3.
Tut wuri handayani :
guru dibelakang memberikan dorongan kepada siswa.
- Buatlah sebuah refleksi dari pengetahuan dan
pengalaman baru yang Anda peroleh dalam modul ini dan perubahan
diri yang yang Andal alami dan akan Anda praktekan di sekolah dan kelas
Anda.
Pengetauan dan
pengalaman baru yang saya peroleh adalah bahwa Pendidikan itu tidak lagi
terpusat pada guru namun pada siswa sesuai kodratnya. Guru berperan sebagai
penuntun. Saya akan menerapkan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa
melaui banyak permainan dan nyanyian.
- Ceritakan (konstruksikan
kembali) proses pembelajaran dan suasana kelas yang mencerminkan pemikiran
KH Dewantara secara konkret sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di
kelas dan sekolah Anda.
Kelas kami adalah
merupakan siswa kelas VI yang suda melaksanakan ujian sekolah. Kami sudah tidak
melaksanakan pembelajaran untuk mendalami materi. Ditambah dengan masa pandemic
yang mengurangi interaksi siswa di sekolah maka saya akan emmbuat tugas
sosiodrama yaitu bermain peran di ruma masng-masing.
- Kesimpulan dan refleksi disajikan dalam
bentuk media informasi. Format media dapat disesuaikan dengan
minat dan kreativitas Anda. Contoh media yang dapat dibuat: artikel,
ilustrasi, grafik, video, rekaman audio, presentasi infografis, artikel
dalam blog, dan lainnya
Refleksi dan
kesimpulan akan kami saikan dalam bentuk infograis berupa poster.
- Bacalah pertanyaan-pertanyaan panduan berikut untuk
membantu Anda membuat kaitan tersebut.
- Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di
kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?
Murid harus disiplin
untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Pendidikan di sekolah memiliki target
kurikulum yang harus dicapai siswa. Dengan padatnya target kurikulum maka siswa
harus lebih rajin dalam belajar. Dalam hal ini guru akan sedikit memaksa agar
siswa mau berdisiplin. Agar siswa melaksanakan setiap perintah guru. Tujuan
guru adalah untuk peningkatan nilai siswa sehingga mampu mencapai target
kurikulum.
- Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya
setelah mempelajari modul ini?
Setiap anak memiliki
kodrat yang berbeda-beda, memiliki keunikan sendiri, memiliki bakat sendiri. Tugas
guru adalah menuntun agar siswa mampu mengembangkan bakat tersebut dengan baik.
Namun pembelajaran yang masih tetap harus memnuhi target kurikulum nasional
terkadang guru mengabaikan kodrat alam tersebut demi pencapaian target.
Saya akan berusaha
merubah pembelajaran yang dilakukan di kelas. Pembelajaran yang menyenangkan
bagi siswa melaui berbagai permainan yang disisipi materi pembelajaran sehingga
target kurikulum dapat tercapai dengan perasaan anak yang gembira dan Bahagia.
- Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar
kelas saya mencerminkan pemikiran KHD?
Hal yang dapat segera
saya terapkan lebih baik agar kelas saya
mencerminkan pemikiran KHD adalah kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak.
Pembelajaran yang di integrasikan dengan penggunaan teknologi. Misanya adalam
sosiodrama. Sosiodrama merupakan kegiatan pembelajaran yang sudah kami
musyawarahkan dalam proses kolaborasi. Sosiodrama ini merupakan wujud contoh
dari profil pelajar Pancasila berkebhinekaan global. Berkebhinekaan global di
sini akan saya terapkan dengan kegiatan bermain peran. Siswa akan bermain peran
di rumah masing-masing. Tema permainan adalah unggah-ungguh atau tata krama
terhadap orang yang lebih tua. Kemampuan globalnya akan diwujudkan dengan
kemampuan anak dalam menggunakan piranti android untuk merekam kegiatan bermain
tersebut untuk kemudian diunggah pada akun media social. Kumpulan karya
anak-anak dapat dihimpun untuk di upload pada akun youtub dan dapat disaksikan
oleh semua orang.
- Unggahlah media
informasi yang telah dibuat pada kegiatan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar