Senin, 26 April 2021

koneksi antar materi modul 1.1

 

  • Tinjau kembali tugas personal kerangka pembelajaran yang telah dikembangkan pada fase Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, dan Elaborasi Pemahaman. 
  • Buatlah sebuah kesimpulan dan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang Anda pelajari dalam modul ini. 

Pemikiran KHD mengenai Pendidikan : Pendidikan adalah proses menuntun anak agar memiliki budi pekerti yang baik. Pendidikan harus memperhatikan kodrat alam yaitu lingkungan dan watak bawaan anak. Juga harus memperhatikan kodrat zaman yaitu Pendidikan harus senantiasa bergerak sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

Pendidikan merupakan pesemain benih-benih. Anak diibaratkan benih dan guru diibaratkan petani. Petani akan melaukan usaha yang maksima untuk menumbuhkan benih tersebut menjadi pohon yang berbuah lebat dan berkualitas tingi. Namun petani tida dapat merubah asal benih tersebut. Benih jagung akang tumbuh menjadi tanaman jagung, begitu pula benih padi akan tumbuh menjadi tanaman padi. Sebagaimana benih yang sama Ketika diperlakukan sama maka akan menghasilkan mutu yang beragam pula. Begitu pula anak, anak memiliki kodrat alam yang berbeda-beda. Dalam hal ini guru berperan sebagai penuntun agar anak dapat mencapai kodratnya yang bahagia.

Pendidikan menghamba kepada anak. Maksutnya adalah pembelajaran yang berpusat pada anak. Anak aktif dan kreatif untuk mengembangkan kemampuan mereka. Guru bertugas sebagai teman, fasilitator, pemberi saran dan membimbing, bukan sebagai pemerintah semata

Pendidikan menurut KHD merujuk pada asas trikon. Konvergensi terbuka terhadap pengetauan dari manapun. Menerima pengetauan dari manapun., bahkan dari luar negeri. Konsentris berpusat pada akar budaya bangsa seperti gotong-royong, ungga-ungguh, tepa selira. Kontinuitas yang dilaksakana secara terus menerus dari generasi ke generasi. Untuk mencapai Pendidikan yang diharapkan oleh KHD guru perlu melasanakan trilogy pendidikan yaitu :

1.    Ing ngarsa sung tulodho : guru di depan memberikan keteladanan

2.    Ing madya mangun karsa : guru ditengah memberikan semangat ide kreatif

3.    Tut wuri handayani : guru dibelakang memberikan dorongan kepada siswa.

  • Buatlah sebuah refleksi dari pengetahuan dan pengalaman baru yang Anda peroleh dalam modul ini dan perubahan diri yang yang Andal alami dan akan Anda praktekan di sekolah dan kelas Anda.

Pengetauan dan pengalaman baru yang saya peroleh adalah bahwa Pendidikan itu tidak lagi terpusat pada guru namun pada siswa sesuai kodratnya. Guru berperan sebagai penuntun. Saya akan menerapkan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa melaui banyak permainan dan nyanyian.

  • Ceritakan (konstruksikan kembali) proses pembelajaran dan suasana kelas yang mencerminkan pemikiran KH Dewantara secara konkret sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di kelas dan sekolah Anda. 

Kelas kami adalah merupakan siswa kelas VI yang suda melaksanakan ujian sekolah. Kami sudah tidak melaksanakan pembelajaran untuk mendalami materi. Ditambah dengan masa pandemic yang mengurangi interaksi siswa di sekolah maka saya akan emmbuat tugas sosiodrama yaitu bermain peran di ruma masng-masing.

  • Kesimpulan dan refleksi disajikan dalam bentuk media informasi. Format media dapat disesuaikan dengan minat dan kreativitas Anda. Contoh media yang dapat dibuat: artikel, ilustrasi, grafik, video, rekaman audio, presentasi infografis, artikel dalam blog, dan lainnya

Refleksi dan kesimpulan akan kami saikan dalam bentuk infograis berupa poster.

 

  • Bacalah pertanyaan-pertanyaan panduan berikut untuk membantu Anda membuat kaitan tersebut.
  1. Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?

Murid harus disiplin untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Pendidikan di sekolah memiliki target kurikulum yang harus dicapai siswa. Dengan padatnya target kurikulum maka siswa harus lebih rajin dalam belajar. Dalam hal ini guru akan sedikit memaksa agar siswa mau berdisiplin. Agar siswa melaksanakan setiap perintah guru. Tujuan guru adalah untuk peningkatan nilai siswa sehingga mampu mencapai target kurikulum.

  1. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini? 

Setiap anak memiliki kodrat yang berbeda-beda, memiliki keunikan sendiri, memiliki bakat sendiri. Tugas guru adalah menuntun agar siswa mampu mengembangkan bakat tersebut dengan baik. Namun pembelajaran yang masih tetap harus memnuhi target kurikulum nasional terkadang guru mengabaikan kodrat alam tersebut demi pencapaian target.

Saya akan berusaha merubah pembelajaran yang dilakukan di kelas. Pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa melaui berbagai permainan yang disisipi materi pembelajaran sehingga target kurikulum dapat tercapai dengan perasaan anak yang gembira dan Bahagia.

  1. Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD?

Hal yang dapat segera saya terapkan lebih  baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD adalah kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. Pembelajaran yang di integrasikan dengan penggunaan teknologi. Misanya adalam sosiodrama. Sosiodrama merupakan kegiatan pembelajaran yang sudah kami musyawarahkan dalam proses kolaborasi. Sosiodrama ini merupakan wujud contoh dari profil pelajar Pancasila berkebhinekaan global. Berkebhinekaan global di sini akan saya terapkan dengan kegiatan bermain peran. Siswa akan bermain peran di rumah masing-masing. Tema permainan adalah unggah-ungguh atau tata krama terhadap orang yang lebih tua. Kemampuan globalnya akan diwujudkan dengan kemampuan anak dalam menggunakan piranti android untuk merekam kegiatan bermain tersebut untuk kemudian diunggah pada akun media social. Kumpulan karya anak-anak dapat dihimpun untuk di upload pada akun youtub dan dapat disaksikan oleh semua orang.

 

  • Unggahlah media informasi yang telah dibuat pada kegiatan ini.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar